Month: July 2018

 

Pengabdian Biocita Formica Departemen Pendidikan Biologi UPI

Biocita Formica Departemen Pendidikan Biologi UPI Cetak Agen Konservasi melalui Sancang Conservation Service Camp 2018

                Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keanekaragaman flora, fauna, serta keindahan alamnya. Kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistem di dalamnya dilindungi dan dijaga kelestariannya dalam suatu kawasan konservasi. Di Jawa Barat terdapat banyak kawasan konservasi, salah satunya adalah Cagar Alam Leuweung Sancang. Cagar alam ini biasa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan penelitian. Meskipun berstatus kawasan cagar alam, tetapi keadaan ekosistem mangrove yang ada di pantai Cijeruk, Sancang terlihat memprihatinkan akibat eksploitasi alam. Beberapa tahun belakangan, pantai Cijeruk mengalami abrasi yang semakin parah sehingga menyebabkan air pasang semakin mendekati pemukiman warga. Oleh karena itu, KPA Biocita Formica Departemen Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia tergugah untuk mengadakan kegiatan bakti lingkungan berupa sekolah konservasi yaitu Sancang Conservation Service Camp (SCSC) sebagai bentuk kepedulian terhadap Cagar Alam Leuweung Sancang.

            Kegiatan yang dilaksanakan pada 19-22 Juli 2018 ini mengusung tema “Gebrakan untuk Kelestarian Mangrove Indonesia”. Kegiatan ini memiliki tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konservasi dan mencetak agen konservasi.  Kegiatan SCSC dibuka oleh Kepala Bidang III wilayah Ciamis dan diikuti 60 peserta baik dari kalngan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Sekolah konservasi ini memiliki serangkaian acara yaitu pematerian kelas, fieldtrip, dan penanaman mangrove. Sesuai dengan pedoman dari BKSDA terdapat beberapa materi yang harus dimiliki untuk menjadi kader konservasi tingkat pemula, yaitu: kehutanan umum, konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, kader konservasi, flora dan fauna Indonesia, ekosistem mangrove, ekologi, analisis karbon dan air,  peran masyarakat terhadap kelestarian alam, global warming, analisis vegetasi, jurnalistik lingkungan, dan advokasi lingkungan. Kegiatan fieldtrip dilakukan untuk mempraktikan dan mengaplikasikan materi yang telah disampaikan di kelas yang meliputi: bird watching, analisis vegetasi dan ekosistem mangrove.

ok-a ok-b

Biocita juga menggandeng Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), untuk mengadakan penyuluhan untuk membiasakan diri mengurangi sampah plastik dan pembagian botol minum gratis untuk peserta dan anak-anak sekolah. Pada hari terakhir, dilakukan penanaman 200 bibit mangrove di muara Cipakayuhan yang dilakukan oleh peserta, dosen Pendidikan Biologi UPI, Dirjen PSKL, dan pihak pengelola cagar alam. Rangkaian kegiatan SCSC 2018 ditutup secara resmi oleh Drs. Suhara, M.Pd. sebagai perwakilan dari Departemen Pendidikan Biologi UPI. Pada akhir acara penutupan, Dr. Yusuf Hilmi Adisendjaja, M.Sc., selaku pembina Biocita memandu peserta dan panitia membuat rencana tindak lanjut yang ditujukan untuk pihak Cagar Alam Leuweung Sancang. Pihak pengelola cagar alam berharap agar kegiatan ini dapat berlanjut setiap tahunnya, sehingga akan lebih banyak lagi kader konservasi yang turut serta menjaga kelestarian lingkungan. (HS/TS).

ok-c ok-d

 

Studi Banding Universitas Islam Negeri Walisongo

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Program Studi Pendidikan BIologi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang dengan jumlah peserta 67 mahasiswa dan 8 dosen pada hari Selasa tanggal 10 Juli 2018whatsapp-image-2018-07-10-at-15-14-22 whatsapp-image-2018-07-10-at-15-14-231 whatsapp-image-2018-07-10-at-15-14-23 whatsapp-image-2018-07-10-at-15-14-241 whatsapp-image-2018-07-10-at-15-14-24 whatsapp-image-2018-07-10-at-15-14-25 whatsapp-image-2018-07-10-at-14-17-03