Artikel ke 1

MEMBANGUN PENGETAHUAN DARI FAKTA LAPANGAN

Oleh: Dr. Bambang Supriatno, M.Si.

Objek atau fenomena dalam kegiatan praktek  lapangan merupakan fakta pengetahuan yang sangat penting. Objek merupakan segala sesuatu yang ada dan dapat diamati, misalnya strukur dan kelengkapan bunga. Sementara peristiwa  atau fenomena diartikan segala sesuatu yang terjadi atau dibuat terjadi, sebagai contoh:  kilat merupakan peristiwa alamiah yang terjadi; dan pembelahan atom adalah peristiwa yang dibuat terjadi. Objek atau fenomena merupakan sumber belajar yang masih berupa fakta-fakta yang harus diperoleh melalui kegiatan observasi atau eksperimen (Carin,1997). Objek dan fenomena merupakan dasar untuk membangun pengetahuan faktual siswa. Kemampuan calon guru atau guru dalam pengetahuan faktual sangat penting dalam mengkontruksi pengetahuan siswa yang lebih baik. Dituntut kepekaan guru atau calon guru untuk mampu mengungkap fakta lapangan menjadi sumber belajar yang dapat mengaitkan pengetahuan konseptual siswa menjadi pengetahuan baru yang lebih kuat.

Menurut Millar et al., (dalam Millar 2004) kerja praktek membantu siswa mengaitkan antara dua domain pengetahuan, yaitu; domain objek dan bersifat observable dengan domain pikiran-pikiran. Tujuan pertama kerja praktek adalah agar siswa dimungkinkan untuk melakukan observasi suatu objek atau material dan peristiwa, untuk mencatat semua aspeknya dan diharapkan mampu menyatakannya kembali (Millar, 2004). Hal ini penting karena fakta hasil observasi dari domain reel dapat merupakan precursor untuk digunakan pada satu atau lebih tujuan. Menurut Novak & Gowin (1985), konstruksi suatu pengetahuan baru dimulai dengan observasi terhadap objek atau peristiwa. Observasi bukan hanya sekedar “melihat” tetapi menggunakan indra lain untuk mengumpulkan informasi.. Observasi dilakukan dengan  menggunakan beberapa indra, mencatat detil dari objek atau peristiwa, mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, menggunakan alat untuk lebih detil atau akurat (Harlen, 1991).  Selain melibatkan berbagai indera observasi juga dapat menggunakan alat bantu untuk mendapatkan detil suatu objek atau rangkaian peristiwa. Reliabilitas data yang dikumpul dari laboratorium ataupun lapangan tergantung kemampuan observasi untuk menjamin

pengumpulan data dan akurasi dokumentasi dari bukti-bukti kritis untuk membangun eksplanasi dan teori-teori. Oleh karena itu observasi merupakan dasar dari semua aktivitas dan semua disiplin ilmiah  (Daston & Vidal; Noris, 1984 dalam Eberbach & Crowley, 2009), dan umum digunakan di dalam  pendidikan sebagai alat untuk mendukung pemahaman dan pengembangan (Angi Malderez, 2003).

Berdasarkan analisis di atas maka Program Studi Magister Pendidikan Biologi UPI mengadakan praktik lapangan (kuliah lapangan) pada mata kuliah tertentu. Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman yang berbeda dan memberikan penguatan terhadap mata kuliah yang ditempuh. Kuliah lapangan juga bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa (calon pendidik) untuk mampu mengungkap fakta lapangan menjadi sumber belajar yang dapat mengaitkan pengetahuan konseptual siswa menjadi pengetahuan baru yang lebih kuat. Berikut beberapa kegiatan kuliah lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa Magister Pendidikan Biologi UPI.

foto-artikel-1

Gambar 1. Kuliah lapangan mahasiswa angkatan 2015 pada mata kuliah Pendidikan Lingkungan.

foto-artikel-1-ke-2

Gambar 2. Kuliah lapangan angkatan 2016 mata kuliah “Pengembangan Praktikum Biologi” di Leuweung Sancang Kabupaten Garut.